Senin, 03 April 2017

Tari Denok

By:: Della K


Bagi sebagian orang Jawa, Denok adalah kata yang identik dengan gadis cantik dengan bentuk tubuh yang aduhai. Sehingga tak salah jika pohon jati yang tumbuh di Desa Jatisari itu diberi nama Jati Denok. Sebab pohon itu tumbuh besar dan kokoh dengan gembol yang berada di atas pangkal pohon serta alur kayu yang unik seakan kelihatan sudah mengeras membatu tersebut.
Pohon itu mempunyai ukuran keliling bawahnya mencapai 839 sentimeter, dengan ketinggian sekitar 30 meter. Untuk memastikan ukuran pohon itu dibutuhkan enam orang dewasa dengan tangan saling direntangkan dan bergandengan.
Beberapa pertanyaan muncul, apakah pohon itu dulunya sengaja di tanam, atau tumbuh dengan sendirinya. Karena pohon itu sampai sekarang sengaja tidak ditebang, kemungkinan karena faktor monumentalnya.  Dari cerita tutur yang berkembang di masyarakat, banyak versi mengenai asal usul Jati Denok itu. Di antaranya cerita tentang seorang punggawa keraton, Begede Katong yang bermaksud melamar seorang putri di daerah Gumeng, nama sebuah daerah yang tidak jauh dari keberadaan pohon jati tersebut.  Entah karena faktor apa, lamarannya ditolak, dan dalam perjalanan pulang Begede Katong itu berhenti istirahat di bawah pohon jati yang berukuran cukup besar. Saat istirahat, dia membayangkan kecantikan dan kemolekan putri Gumeng tersebut.
Dalam bahasa Jawa diceritakan kecantikan putri Gumeng itu dengan sebutan Denok Deblong. Begitu tersadar dari lamunannya, Begede Kantong lantas memberi nama pohon tempat dia beristirahat dengan Jati Denok. Dari penuturan warga sekitar, pohon itu hingga kini dikeramatkan.

4 komentar:

  1. Aku kok baru tau ya tarian Denok dari Jawa
    #NorMaKaTi_28

    BalasHapus
  2. Aku kok baru tau ya tarian Denok dari Jawa
    #NorMaKaTi_28

    BalasHapus
  3. thanks infonya kak, nggak percuma saya baca artikelnya. yang awalnya saya tidak banyak mengetahui nama tarian. kini saya tau satu lagi nama tarian yang asing di telinga saya

    BalasHapus